Ngawi – Upaya untuk menjadikan Desa Girikerto sebagai desa wisata yang ramah pengunjung terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kolaboratif antara masyarakat, pelaku usaha, dan perangkat desa. Salah satu langkah nyata diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 245 yang menyelenggarakan serangkaian kegiatan berupa Sosialisasi Peningkatan Kualitas Layanan Wisata & Pelaku Ekonomi Kreatif serta Sosialisasi QRIS dan Workshop Pembuatan Hampers dari Galon Bekas. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Acara utama adalah Sosialisasi Peningkatan Kualitas Layanan Wisata & Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Mendukung Girikerto sebagai Desa Wisata yang Ramah Pengunjung yang dilaksanakan pada Kamis (31/7) di Balai Desa Girikerto. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak Satria Eka Widhiarsa selaku Kepala Bidang Pariwisata dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi. Dalam acara ini dihadiri Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta perangkat Desa Girikerto sebagai audiens.
Bapak Satria selaku narasumber mengatakan bahwa layanan wisata yang berkualitas dalam menarik minat wisatawan tidak hanya sebatas keramahan dalam menyambut pengunjung, tetapi juga mencakup aspek berkelanjutan, berkualitas, berdaya saing, berbasis masyarakat, inklusif, dan berbudaya. Selain itu, materi yang dibawakan juga menekankan bagaimana sinergi antara pelaku wisata dan masyarakat lokal dapat meningkatkan citra Girikerto sebagai destinasi yang ramah dan menyenangkan untuk dikunjungi.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada penguatan ekonomi kreatif. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk-produk UMKM di Girikerto ini diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus menjadi identitas khas Girikerto. Keberadaan Pokdarwis sebagai pengelola pariwisata juga ditekankan, mengingat peran mereka yang sangat penting dalam menjaga kesinambungan kegiatan wisata.
Sejalan dengan kegiatan pertama, kegiatan berikutnya yang dilaksanakan adalah Sosialisasi QRIS dan Workshop Pembuatan Hampers dari Galon Bekas. Kedua kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (11/8) di Balai Desa Girikerto dalam dua sesi yang berbeda. Sesi pertama adalah sosialisasi QRIS yang diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai sistem pembayaran digital yang semakin dibutuhkan di era sekarang. Dengan adanya QRIS, para pelaku UMKM di Girikerto dapat melayani transaksi non-tunai dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Hal ini tentu menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengunjung, terutama wisatawan yang terbiasa dengan metode pembayaran digital.
Sedangkan untuk sesi yang kedua adalah workshop pembuatan hampers dari galon bekas. Para pelaku UMKM diajak memanfaatkan barang bekas, khususnya galon air mineral yang sudah tidak terpakai, menjadi kemasan hampers yang unik. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kreativitas, tetapi juga sebagai langkah nyata mendukung gerakan ramah lingkungan melalui praktik reduce, reuse, recycle. Inovasi semacam ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk menghasilkan barang-barang kreatif yang dapat digunakan untuk kemasan produk UMKM mereka, sekaligus mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan ini memperlihatkan bagaimana sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Sosialisasi layanan wisata mendorong terciptanya wisata yang ramah bagi pengunjung, sementara sosialisasi QRIS serta workshop pembuatan hampers memberikan tambahan bekal keterampilan dan pengetahuan yang bagi pelaku UMKM.
Dengan terlaksananya dua kegiatan utama ini, mahasiswa KKN UNS 245 berharap Desa Girikerto semakin mantap melangkah menuju cita-citanya sebagai desa wisata yang ramah pengunjung dan berdaya saing. Ke depan, diharapkan kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah terus terjaga agar potensi-potensi yang ada di Desa Girikerto dapat dikembangkan secara maksimal. Tidak hanya untuk memperkenalkan Girikerto kepada wisatawan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.